Pagi ini, Nezera merasa tidak ingin bangun dari ranjang. Tubuhnya terasa sakit, tetapi dia merasakan kenikmatan semalam. Nezera bersyukur masih bisa mencium aroma tubuh Rhain pagi ini, meski pria itu masih berada di luar sana untuk berburu. Nezera melihat kondisi kamar yang sangat hancur, dengan ranjang yang tidak nampak utuh lagi. Dia bergerak perlahan menuju ke tepi ranjang, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Nezera melihat dirinya di cermin, da nada beberapa luka memar yang tercetak jelas di dadaa dan punggung. Nezera tidak peduli dengan semua itu, dia hanya menikmati apa yang dilakukan Rhain semalam. Setelah Nezera selesai dengan kegiatan di kamar mandi, dia berjalan menuju ke lemari pakaian. Mengambil satu pakaian yang rapi dan bersih, lalu mengenakannya di sana. Hingga sele

