19

675 Kata

Aditya tampak gelisah, fokusnya untuk mengerjakan setumpukkan laporan buyar sejak menginjakkan kaki di dalam ruangannya pagi tadi. Kini istirahat jam makan siang segera akan dimulai, namun baru beberapa laporan saja yang mampu dia selesaikan. Konsentrasi dalam bekerja hilang, perasaannya benar-benar sedang tak enak. "s**l! Kenapa perasaan gue enggak tenang begini?" gumam Aditya pelan. Dia memejamkan mata sejenak. "Eh, lo kagak makan siang, Dit?" tanya salah satu rekan kerjanya, bernama Riko. Aditya yang merasa namanya disebut, langsung membuka kedua kelopak mata kemudian menggelengkan kepalanya. "Kenapa lo? Kayaknya kagak ada semangat hidup?" Riko bertanya karena wajah rekan kerjanya itu terlihat gelisah dan seperti tak memiliki energi. "Enggak tahu, perasaan gue kagak enak dari tadi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN