23

660 Kata

Aditya merasakan sekujur tubuhnya kian kaku untuk digerakkan ketika melihat Indria yang terbaring tak berdaya dengan buliran-buliran keringat membanjiri wajah pucatnya. Wanita itu meringis menahan sakit dan nyeri yang begitu hebat di bagian perut. "Apa kamu baik-baik saja, Indria?" tanya Aditya khawatir. Jantungnya berdegup kencang. Hanya tatapan tajam yang dilayangkan wanita itu untuknya. "Singkirkan tanganmu!" seru Indria saat dia melihat Aditya hendak menggunakan jari-jari tangannya menghapus peluh di wajahnya. "Maaf," kata Aditya sembari menarik tangannya. Dia selalu saja lepas kontrol. Indria memalingkan wajah ke arah lain agar dia tidak harus bertatapan muka dengan pria berengsek yang telah menghancurkan dirinya sedemikian rupa. Tetapi, saat dia membutuhkan kehadiran seseorang da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN