17

772 Kata

"Tuhan maaf jika hamba berniat memisahkan anak ini dengan ayah kandungnya. Tapi sungguh hamba tidak rela pria itu sampai tahu bahwa anak ini adalah darah dagingnya. Hamba takut dia akan menyakiti anak yang tak berdosa ini." Doa Indria. Dia benar-benar takut jika Aditya akan mencelakai darah dagingnya sendiri karena dia tahu benar bagaimana karakter pria berengsek itu. Ting Tong.... Ting Tong..... Suara bel apartemen menggema menandakan ada tamu yang datang berkunjung. Indria berpikir dan ragu antara mempersilahkan tamu yang dia yakini merupakan teman Aditya untuk masuk atau tidak. Apalagi pria berengsek itu sedang tak ada di apartemen. Jadi, akan percuma saja dia mempersilakan tamu tersebut masuk. Tetapi, tidak sopan juga rasanya jika dia hanya berdiam diri, minimal dia harus memberi tah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN