39

672 Kata

Indria diam, lidahnya terasa kaku untu membalas perkataan Raka. Berbeda dengan pria itu yang siap-siap berucap, "Waktu itu setelah mendengar kamu mengalami kontraksi, aku panik setengah mati. Bahkan, aku ingin balik ke sini malam itu juga untuk menemani kamu di rumah sakit. Namun, mengingat rencana yang aku sudah siapkan sejak awal. Aku putuskan menghubungi Aditya agar menemanimu dan dia menyanggupi." "Aku bisa sedikit tenang karena kamu tidak sendirian di sini. Tapi tidak dengan perasaanku Indria! Semakin aku ingin mendekatkan kalian, rasa sakit juga kian menggerogoti hatiku karena aku tak sanggup melepaskanmu untuknya! Maka malam itu aku memutuskan untuk pergi ke bar menenangkan pikiran dan kecemburuan yang aku rasakan. Setidaknya minuman-minuman beralkohol tersebut dapat membuatku lupa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN