Tari duduk di depan meja riasnya, ia melepas sanggul dan membersihkan wajahnya dari riasan make up. Perempuan berhidung mancung dan bertubuh mungil itu terlihat melamun sambil menatap pantulan dirinya di cermin. "Ada apa? kenapa melamun?" tanya Bintang menghampiri istri cantiknya tersebut. "Apa kita gak terlalu jahat sama Luna? kita sudah sangat menyakitinya, kamu bahkan sudah dua kali memberinya harapan dan semua itu kamu hancurkan" ucap Tari seraya menatap Bintang dari pantulan cermin riasnya. Bintang mengusap pundak sang istri dan balas menatap wajah perempuan itu dari cermin rias. "Jangan memikirkan orang lain, pikirkan saja dirimu sendiri yank. Kalau orang lain mengatakan kamu jahat telah merebut kebahagiaan sahabatmu sendiri, maka jangan dengarkan perkataan mereka, kamu juga berh

