Bab 45

818 Kata

Bintang terbangun, ia menatap langit-langit kamar tempatnya berada sekarang. Pria itu merasa familiar dengan tempat tersebut, dan sedetik kemudian ia terbangun saat menyadari dimana ia sekarang, di sebuah kamar yang tak lain adalah kamarnya sendiri. Bintang memijit pelipisnya yang terasa pusing, ia kemudian menatap ke sampingnya ada Tari yang juga sudah membuka matanya, sementara pakaian keduanya berserakan di lantai kamar. "Selamat pagi" sahut Tari. "Bagaimana bisa aku berada di sini?" tanya Bintang. "Temanmu yang mengantar" ucap Tari seraya memungut pakaiannya lalu mengenakannya. Tari kemudian meninggalkan Bintang yang masih memijat pelipisnya, perempuan itu menuju dapur mengambil s**u kaleng dari lemari pendinginnya. Ia kemudian kembali menuju kamar menghampiri Bintang yang masih m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN