Arsua segera keluar dari mobilnya, manginjakan kaki di atas aspal. Suasana menjadi sangat semrawut, para polisi berhamburan keluar, kendaraan juga macet karena adanya sebuah kecelakaan. Dengan segenap hatinya, dengan lututnya yang gemetar, dengan buncahan rasa takut yang semakin menyeruak, Arsya menyeret langkahnya menuju tempat di mana mobil yang di dalamnya terdapat perempuan yang paling disayanginya. Bibirnya gemetar dan wajah tampannya yang pucat pasi. Di antara kegaduhan, yang ada dalam pikirannya hanya Clara dan Clara hingga terasa sangat menakutkan. Matanya memanas. Tak lama kemudian, akhirnya Arsya tiba di mobil itu. Dia melihat polisi yang berusaha mengeluarkan si pengemudi dari dalam mobil, dia tampak terluka parah. Jantungnya semakin berdegup tak terkendali, kemana Clara? Apaka

