"Maksud saya...." Clara semakin termenung. "Maksud saya kamu gak usah mikir yang nggak nggak. Saya gak mungkin bilang kalau kamu itu perempuan penghasut. atau lain sebaginya. Saya percaya sama kamu." "Terus?" "Dan kamu gak usah denger apa kata Gio, mungkin itu cuma permintaan selewatnya, saya juga gak ngerti kenapa dia bisa-bisanya minta sesuatu yang gak disangka-sangka," pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, kebingungan dan entah harus menanggapi masalahnya bagaimana. "Iya, saya juga gak anggap permintaan anak bapak itu serius kok. Tapi, bapak bilang sendiri kalau tadi Gio nangis...," Clara menghentikan kalimatnya karena rasa gugup kembali menghantuinya lagi tanpa henti. "Emmmm, apa itu..., Apa itu gara-gara saya?" Arsya melangkahkan kakinya satu langkah, "Ya mungkin, n

