Sedang amdalam perjalanan menuju cafe Arfan. Ponsel Arsya kembali berbunyi menampilkan nama sang sekretaris di sana. "Halo pak, ini ada Client dari Singapura ingin bertemu dengan bapak hari ini, katanya ini penting. Ini menyangkut kerjasama perusahaan pak." "Oke, nanti saya usahakan untuk bertemu. Kalau mereka sudah datang Kamu suruh tunggu sebentar saya lagi di jalan." "Baik, Pak." Ini yang dinamakan manusia hanya bisa berencana dan Tuhanlah yang menentukan. Niat hati hari ini Arsya akan kembali mencari keberadaan Clara tapi sayangnya urusan perusahaan lebih penting juga, mengingat beberapa hari belakangan ini dia telah mengabaikan perusahaanya. Arsya kembali menghubungi Arfan untuk membatalkan rencananya hari ini. Arfan pun mengerti akan posisi Arsya yang serba sulit. Arsya langs

