Setibanya di denpasar, rafa dkk langsung check-in ke hotel. Kali ini hotel yang berbeda dengan yang kemarin ditempati. Saat ini mereka memilih hotel yang jaraknya dekat dengan bandara karena esok mereka sudah kembali ke Jakarta.
Dan setibanya dikamar, rafa dan sekamar dengan raka langsung menghempaskan diri ke kasur
"Berarti zahra nanti satu angkatan dong sama meeva?"gumam rafa namun masih terdengar oleh raka yang saat ini sedang duduk ditepi ranjang
"Yoiii. Tapi gak tau nanti lo bakal jadi instrukturnya zahra gak? Kalo misalkan lo gak jadi instrukturnya si zahra ya udah lo siap-siap cerita sama anjani kalo misalkan meeva itu....."belum selesai raka berucap tiba-tiba sudah ada dua orang gadis yang sedang berdiri diambang pintu
"Meeva? Meeva siapa? Apa hubungannya dia sama rafa?"anjani terus melangkah menghampiri rafa sementara rafa dan raka hanya bisa saling tatap
"Meeva itu pilot GA yang baru. Dia tadinya di emirates"jawab rafa berusaha menjelaskan kepada anjani
"Trus apa hubungannya sama kamu? Kamu kenal dia darimana? Dia siapanya kamu? Mantan kamu?"pertanyaan anjani sukses membuat rafa tak bergeming
"Jawab rafff"teriak anjani yang sudah berurai air mata. Tapi tetap saja rafa masih mematung ditempat
"JAWABBB RAFAAA"kali ini anjani berteriak lebih kencang lagi sambil memukul d**a bidang milik rafa.
"Maaf"hanya kalimat itu yang keluar dari mulut rafa dan setelahnya ia langsung mengecup kening anjani yang masih menangis
"Aku perlu waktu"hanya tiga kata tapi sukses membuat rafa terdiam lagi. Ia tau maksud dari kalimat itu apaan
"Aku mau kita jaga jarak dulu. Aku lagi pengen sendiri"jawab anjani sebelum ia melenggang keluar dari kamar rafa
"Meeva balik raf?"tanya shinta dan hanya diangguki oleh rafa
Shinta memang sudah lama mengenal rafa bahkan sejak SMA. Jadi ia tau siapa meeva
"Yaudah gua balik dulu ke kamar"ujar shinta seraya melangkah namun tak lama langkahnya ditahan oleh rafa
"Jagain anjani ya"shinta hanya mengangguk paham
"Gua juga bakal jagain dia kok. Tapi dari jarak jauh"jawab rafa dan setelahnya shinta langsung keluar kamar
"Tidur nta. Besok berangkat pagi"teriak raka saat shinta hendak menutup pintu kamar
"Iyaaa"teriak shinta seraya menutup pintu kamar
Setelah pintu tertutup, kini hanya raka dan rafa yang masih sibuk dengan pikirannya masing-masing
"Kan gua bilang juga apa. Mending cerita dari awal ke anjani. Kalo udah begini mau gimana?"ujar raka sedikit emosi
"Iya gua tau gua salah. Gua....."ucapan rafa terpotong saat sebuah ponsel yang ternyata milik rafa berbunyi
Dan tanpa melihat siapa yang menelpon rafa langsung mengangkat telpon tersebut
"Hallo"ucap rafa sedikit ketus
"Maaf capt sebelumnya. Saya disini cuma mau memberitahu kalo esok pagi penerbangan dari DPS ke CGK yang akan bertugas adalah capt"ujar seseorang di seberang sana sukses membuat rafa bingung setengah mati
"Kok bisa diganti sih?"tanya rafa dengan muka kesalnya
"Karena capt. Adi yang nanti akan membawa pesawat dari DPS ke CGK tiba-tiba diberi kabar oleh pihak keluarganya di Surabaya kalo ada salah seorang anggota keluarganya yang meninggal sehingga dia langsung terbang ke surabaya"terang seseorang itu
"Okey kalo begitu saya penerbangan pertama kan?"orang itu langsung mengiyakan pertanyaan rafa
"Baiklah. Terima kasih sudah memberitahu"ujar rafa dengan suara tegasnya
"Sama-sama capt"ujar seseorang itu yang kemudian memutuskan sambungan telpon
Setelah sambungan telpon terputus rafa langsung mengacak rambutnya frustasi dan menjatuhkan di ke kasur. Sementara raka yang sedari tadi mendengar percakapan di telpon langsung menanyakan kejadian barusan kepada rafa
"Raf kenapa lo?"tanya raka
"Dapet tugas. Suruh ngeganti capt. Adi"jawab rafa seraya duduk ditepi ranjang
"Oh begitu"jawab raka santai dan disaat itu pula raka mendapat notifikasi di ponselnya. Dengan cepat ia membuka notifikasi itu
Shinta: ka besok pagi aku dapet tugas. Barusan dikasih tau. Aku sama anjani besok tugas buat ngegantiin mbak della sama mbak anggi
Raka yang membaca pesan BBM dari sang kekasih langsung mengerutkan kening. Bingung
"Raf lo lagi gak nyusun skenario kan buat minta maaf ke anjani soal yang tadi?"tanya raka sukses membuat rafa menoleh dengan wajah bingung
"Maksud lo?"tanya balik rafa dan raka pun langsung memberikan ponselnya kepada rafa
"Baca. Tuh pesan dari shinta barusan"ujar raka sebelum ia melangkah untuk memasukkan pakaiannya kedalam koper. Packing.
"Kalo jodoh mah gak kemana raf"ujar raka seraya merapihkan pakaiannya
"Gua bakal minta maaf ke anjani"ujar rafa membuat raka menoleh dengan tatapan penuh tanya
"Maksud lo? Jangan bilang lo mau minta maaf pas pesawat lagi mengudara?"rafa langsung mengangguk mantap
"Eh gila lo. Masih waras kan lo raf?"rafa hanya mengangguk dan setelahnya ia juga ikut merapihkan baju dan dimasukkan kedalam koper
Waktu terus berputar hingga tanpa terasa sudah jam 03.00 dini hari. Dan rafa dkk juga sudah stand by di lobby. Selama di lobby hanya udara dingin yang menyelimuti mereka semua.
Hingga akhirnya jemputan dari bandara sudah tiba dan mereka semua akhirnya naik ke bis yang akan membawa mereka ke bandara. Selama di bis, mereka hanya diam. Tidak ada yang berbicara dan tidak ada yang berusaha untuk memulai pembicaraan.
Setibanya di bandara mereka semua langsung turun dan mulai melangkah menuju pesawat.
30 menit boarding sudah dilakukan. Beberapa penumpang pesawat juga sudah mulai berdatangan. Dan beberapa awak kabin juga sudah siap dengan sambutan hangatnya. Tapi dipintu depan pesawat hanya ada awak kabin dan co-pilot.
"Rafa kemana? Apa dia sengaja?"batin anjani saat menyadari rafa tak ada disampingnya
"Rafa mana?"bisik anjani pada salah satu awak kabin yang ada disebelahnya
"Didalem"jawab awak kabin itu sebelum ia berlalu untuk mengecek seluruh penumpang karena sebentar lagi pesawat akan pushback
30 menit berlalu pesawat sudah take off dari bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Soekarno-Hatta
"Capt are you okay?"tanya co-pilot yang bernama Derry itu kepada rafa
"Fine"jawab rafa namun terdengar lesu
"Capt kalo gak kuat duduk aja di passenger"rafa hanya mengangguk tapi kali ini tidak menjawab
Ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Menerbangkan pesawat menembus awan. Hingga suara seorang pramugari berhasil membuat rafa yang hanya fokus kedepan akhirnya bisa menoleh kearah asal suara itu
"Permisi capt"ujar pramugari itu
"Iya. Kenapa?"tanya Derry dengan senyum ramahnya
"Ini makanannya. Silahkan dinikmati"ucap pramugari yang tak lain adalah anjani itu
"Thank you"jawab Derry dan hanya dibalas anggukan oleh anjani. Dan setelahnya gadis cantik itu keluar kokpit
"Capt masih kuat?"rafa hanya mengangguk tak menanggapi ucapan Derry
"Serius capt? Masalahnya muka captain pucat. Kalo mau captain istirahat aja. Biar saya yang ngambil alih pesawat"ujar Derry memberi pengertian kepada rafa
"Gua serius Der. Gua masih sehat kok"jawab rafa namun dengan suara lesu
Tidak percaya dengan ucapan Rafa, Derry pun langsung mengaktifkan auto pilot dan setelahnya ia bergegas keluar kokpit untuk menemui Raka
"Capt"panggil derry membuat raka menoleh
"Loh kok lo disini? Rafa mana? Lo pake auto pilot apa?"cecar raka membuat derry menghela nafas
"Rafa didalem. Iya gua pake auto pilot. Boleh minta tolong gak?"raka hanya mengangguk
"Minta tolong buat gantiin capt. Rafa soalnya dia kayaknya lagi gak fit"ujar derry dan disaat itu pula raka langsung melangkah menuju kokpit diikuti derry dibelakangnya
"Raf istirahat gih sana"ujar raka sukses membuat rafa menoleh. Menatap kehadiran raka dengan penuh tanya
"Kok bisa disini?"tanya rafa seolah tidak terjadi apa-apa
"Bisalah. Udah sana istirahat. Gua gak mau terjadi apa-apa sama lo. Apalagi penerbangan masih kurang lebih 1 jam lagi"ucap raka sedikit emosi
"Okeyyy. Thanks ya"kali ini rafa mengalah karena memang saat ini kondisi tubuhnya sedang tidak fit
Dan saat sudah berada diluar kokpit ia sempat berpapasan dengan anjani yang saat itu sedang melayani para penumpang dengan membagikan snack
"Mau kemana capt?"tanya seorang pramugara membuat rafa berhenti melangkah dan menoleh keasal suara
"Mau istirahat. Oh ya saya pesan hot chocolate dong"pramugara itu mengangguk dan setelahnya ia melanjutkan langkahnya menuju satu ruangan yaitu ruangan dimana tempat para cabin dan kokpit crew beristirahat
Tak lama seorang pramugari cantik masuk sambil membawa nampan berisi segelas hot chocolate
"Raf"panggil pramugari itu membuat rafa yang sedang tiduran langsung menoleh
"Hmmm"jawab rafa hanya dengan gumaman
"Nih pesanan kamu. Kamu sakit?"tanya pramugari yang tak lain anjani itu sambil memegang kening rafa yang panas
"Gak kok"jawab rafa setenang mungkin
"Gak gimana. Ini kening kamu aja panas juga"ujar anjani sedikit tegas membuat rafa terkekeh mendengarnya
"I'm fine ayy"jawab rafa seraya mencium kening anjani
"I'm sorry"ujar rafa membuat anjani mengerutkan kening
"About?"tanya anjani bingung
"Buat yang semalem. Ok, aku bakal jujur. Meeva itu mantan aku dulu waktu jaman SMA. Dulu, aku yang minta putus sama dia karena dia itu cuma mau materi yang aku punya. Dia gak bener-bener cinta sama aku. Dia cuma cinta sama harta aku aja. Please ayy percaya sama aku"ujar rafa setelah cerita panjang lebar
"Tapi kok dia sekarang ada disini?"tanya anjani masih dengan muka bingungnya
"Dia tadinya gak disini. Dia di UAE di emirates. Tapi waktu itu aku dapet telpon dari pihak kantor kalo katanya ada pilot baru dan ternyata woman pilot. Dan woman pilot itu ya meeva"cerita rafa dan hanya ditanggapi anggukan oleh anjani
"Ayy, you trust me?"tanya rafa dan anjani pun langsung mengangguk
"I trust you"jawab anjani seraya memeluk rafa
"Okeyy. Sekarang kamu istirahat disini aja, aku mau balik kerja dulu. Habisin ya hot chocolatenya"ujar anjani yang sudah berdiri diambang pintu
"Iya ayy"jawab rafa dan setelahnya anjani langsung menutup pintu membiarkan rafa untuk beristirahat
Kurang lebih 1 jam kemudian pesawat mendarat dengan mulus di bandara soekarno-hatta. Dan setelah semua penumpang turun kini hanya tersisa para cabin dan kokpit crew
"Thanks buat kalian yang udah bertugas hari ini. Dan special thanks for capt. Raka"raka hanya mengangguk
"With pleasure capt"jawab raka sopan
Dan setelah itu semua cabin dan kokpit crew mulai meninggalkan pesawat dan setelah mengambil koper rafa langsung mengecek ponselnya yang sedari tadi ia non-aktifkan
Tiba-tiba ada puluhan notifikasi dari berbagai sosial media yang langsung masuk ke hpnya kalo rafa mematikan flight mode
"Gila banyak banget notif"gumam rafa seraya membuka notif-notif tersebut
Rio: woy udh dimana? Kalo udh sampe BM
Rio: mau dijemput apa balik ndiri?
Rio: cuyyy....woy bales.
Rio: yah di flight mode ini mah
Rio: yaudh deh. Take care. Kalo udh sampe BM. gua udh dirumah
Setelah membaca pesan tersebut rafa langsung menelpon rio
"Hallo"ujar rio diseberang sana
"Hallo, rio jemput gua dibandara. Sekarang. Gua tunggu di lounge"ujar rafa seraya melangkah menuju lounge untuk beristirahat sejenak
"Yaa"jawab rio lalu mematikan telponnya
*****BERSAMBUNG*****