"Iya. Hiks... Aku tau, aku ngerti kok, hiks.... Aku paham...." kata Shani yang mulai menangis. "Shan,.." "Meskipun kita udah kenal waktu kecil, tapi aku tetep merasa kayak 'orang baru' di hidup kamu. Kehadiran aku yang 'cuma sebentar' gak mungkin bisa ngalahin kedekatan kamu sama kak Shania selama beberapa tahun terakhir" tambah Shani sambil berusaha menghapus air matanya yang masih mengalir dengan kedua tangannya. "Iya kan" *Beberapa jam sebelumnya "Ikut aku sebentar ya" kataku lagi. "A-apa sih, gak bisa apa ngomong disini aja?" Aku tidak menjawabnya, aku berbalik dan hendak berjalan pergi sambil berharap Shania mau mengikutiku. "Ian! Tunggu!" teriak Shania menyusulku. . . . "Ini kita mau kemana sih? Jangan jauh-jauh" kata Shania dari belakangku. "Sabar. Aku lagi nyari tem

