"Lucu deh, kak. Tadi aku yang nemuin lagi kan, aku tanya 'cari siapa?' dia nya jawab 'Adrian nya ada?', nah habis itu pas aku mau jawab lagi, ci Shani muncul kan. Tau gak apa yang dilakuin orang itu?" "Apa?" tanyaku. "Pas liat ci Shani, dia malah nampar pipinya sendiri" lanjut Gracia. Kampret emang. Mendengar cerita Gracia, aku malah ingin tertawa sendiri. Gobl*k banget sih temen gue. G*blok lo, Raf, batinku. Momennya gak pas banget. Tadi habis mellow gara-gara Shani, sekarang malah pengen ketawa. "Kak,.. Kak Ads,.. Halo..." "Eh,.. Iya. Lanjutin" "Habis itu kan, aku sama ci Shani bingung kan. Eh, dia malah teriak 'Kampret lo Driii!!!'. Gitu" Lo yang kampret, Raf, batinku. Tapi kenapa aku ikhlas saja ya dibilang 'kampret'? Apa karena aku mendengarnya dari Gracia? Eh, tapi apa

