"Pokoknya kalo sampe nanti nilai lo lebih tinggi daripada gue awas aja" ancam Rafli saat kami baru keluar kelas setelah selesai UAS hari kedua. "Apa'an?" tanyaku pura-pura tidak mengerti. "Cara lo basi, Dri. Pake ngaku kemaren gak belajar, tapi nanti dapet nilai paling tinggi" "Emang kemaren gue gak sempet belajar. Tapi sebelum-sebelumnya gue belajar terus, jadi ya wajar sih kalo gue dapet nilai tinggi dari lo nanti" balasku sedikit menyombongkan diri. "Ah, kampret lo" "Makanya, tiap hari itu belajar! Jangan pake sistem kebut semalem!!" kataku lagi menasehatinya. "Tapi beneran kemaren lo gak belajar? Kok tumben? Kenapa? Kan gak ada jadwal theater kemaren?" "Eeh, soal itu,...." Tidak mungkin aku menceritakannya pada Rafli kan. "Gue kecapekan aja" kataku beralasan. "Malah nyombo

