Bab.2 Perkenalan Gio

1011 Kata
  Nama, girogio. Usia tiga puluh dua tahun. Anak pertama dari keluarganya yang kaya raya. Pemilik beberapa perusahaan di indonesia, termasuk juga memiliki cabang diluar negeri. Kedua orang tuanya sudah bercerai. Papanya ada diluar negeri dengan keluarga barunya sementara di indonesia dia tinggal dengan mamanya yang juga sudah menikah dengan papanya yang sekarang, papa tiri gio.   Gio pernah jatuh cinta. Tapi sama halnya dengan nasib pernikahan mama dan papanya. Mamanya bilang dia sudah tak mencintai papa gio dan memilih dengan laki-laki lain yaitu papa gio sekarang. Papa gio menghormati keputusan mama dan papanya. Gio ikut dengan mamanya dan adiknya Gia ikut dengan papanya keluar negeri. Kadang pulang ke indonesia kalai ingin libutan atau rindu dengan mama dan kakaknya.   Untuk percaya dengan cinta. Gio sedikit susah. Dia sedang ada di kantor, baru saja selesai meeting. Sampai dia tak sengaja mendengar salah satu rekan kerjanya yang kencan buta. Kencan dengan seorang wanita yang tak dia kenal dan berakhir menikah. Jaya, siapa lagi kalau bukan dia. Mereka adalah sahabat dan rekan bisnis. Hanya saja jaya usianya lebih dewasa jauh diatas gio, mungkin seperti pamannya. Jaya sekitar berusia empat puluh tahunan.   "Gue gak percaya kayak gituan. Dari pada lo rugi hati bro, mending begitu. Asal layanannya puas pasti bikin ketagihan." kata jaya yang kini sedang ngobrol ringan dengan Gio di ruangan Gio setelah meeting.   "Tau ahh.. Yang penting gue lagi happy aja gini."   Sampai ponsel jaya berdering. Dia mendapatkan telpon dari kekasihnya, marimar. Jaya menunjukan foto marimar pada gio.   "Cantik kan? Anak kampus? Mahasiswi butuh duit. Layanannya top." kata jaya pada gio. Gio hanya tersenyum.   Jaya mengangkat telponnya. Dia sudah ada janji dengan marimar. Dia pun pamit pada gio untuk menemui sang kekasih. Jaya datang ke restoran dan menemui marimar dan juga temannya itu, lisa.   Gio sendiri pulang, dia pergi ke supermarket untuk membeli minuman dingin, seperti wine. Mimuman yang kadang menenangkannya. Dia memang sangat ingin melakukannya karena jaya terus membahas pelayanan marimar itu. Tetap saja gio laki-laki. Dia juga punya nafsu untuk wanita, bermain dengan wanitanya. Tapi dia sama sekali tak percaya dengan wanita. Terutama setelah kekasihnya selingkuh.   Gio akan minum sampai mabuk mungkin. Dia akan menenangkan diri ke apartemenya. Di supermarket gio tak sengaja menabrak lisa karena tak melihat lisa berdiri dibelakangnya.   Kringg..   Ponselnya berdering. Gio melihat ponselnya, ternyata dari sang mama. Gio mengangkatnya, tangannya tak sengaja mengikut lisa bahkan mengenai dua milik lisa.   "Sorry.."   Gio langsung berbalik dan meminta maaf. Dalam sekejap pandangan kedua matanya bertemu. Lisa termasuk gadis cantik. Gio menyukainya dalam sekali lihat. Gio sendiri termasuk laki-laki tampan, menarik dan terlihat sukses dengan setelan jas kerjanya. Lisa juga suka pada pandangan pertama dengan Gio.   "Sorry.." Gio meminta maaf lagi pada lisa yang melamun.   "Saya yang salah. Saya berdiri terlalu dekat dengan anda, maaf." lisa juga meminta maaf, dia sedikit mundur untuk mengantri di kasur.   "Sebagai permintaan maaf saya. Girl first." gio mempersilakan lisa untuk membayar duluan.   "Terimakasih."   Lisa memang sangat ingin cepat pulang dan istirahat. Lisa melirik botol minuman yang gio pegang. Pemabukkah? Tapi sikapnya manis dan sopan?   Lisa maju untuk membayar kasirnya. Sementara gio menelpon dibelakang lisa dengan mamanya.   Gak usah aneh-aneh deh ma. Jaman gini, mama mau jodohin gio. Gila. Lucu.   Kata gio lewat telpon. Lisa juga tertawa mendengarnya, hanya tersenyum sih. Lisa takut gio mendengar. Lagian laki-laki sekeren dan semapan gio, kenapa harus dijodohkan. Ahh lisa tau, mungkin untuk menyanbung bisnis. Dengan sesama anak pemilik perusahaan. Ahh, lisa mengerti.   Gak usah aneh-aneh deh ma. Gio udah punya cewek. Dia lagi hamil. Gio mau kenalin ke mama. Gio kan gak pernah maksa mama buat nikah sama siapa aja. Gio gak keberatan mama cerai sama papa. Jadi plis, jangan pernah maksa gio ma.   Gio mengakhiri telponnya. Ahh, lisa tak sengaja mendengarnya. Cowok yang keren, mau bertanggung jawab setelah menghamili seorang wanita. Kalau pun lisa harus bekerja seperti marimar untun kuliahnya, lisa ingin mendapatkan client seperti gio.   'Plis tuhan.' batin lisa.   Setelah selesai pembayaran lisa berbalik dan menunduk, juga tersenyum pada gio untuk berterimakasih.   "Saya duluan. Terimakasih tuan." kata lisa pada gio.   "Silakan."   Setelah lisa selesai membayar giliran gio yang mendekati meja kasir dan membayar minuman yang dia beli. Bahkan dia membeli beberapa botol lagi untuk dia bawa ke apartemen. Gio mengeluarkan kartu kreditnya dan memberikannya pada penjaga kasir.   "Terimakasih tuann."   Kata sang kasir setelah menggesek kartu kredit gio dan mengembalikannya pada gio. Gio hanya mengangguk. Dia langsung mengambil barang belanjaannya dan keluar supermarket. Sepanjang jalan gio memikirkan tawaran jaya. Mungkin itu bisa membuat mamanya berhenti menjodohkan dia.   Bremm..   Gio memanaskan mesin mobilnya. Dia bersiap untuk pergi. Masih dengan isi otak yang sama, haruskah dia melakukan hal seperti jaya? Bisa dibilang menyewa wanita kah?   Tak ada jalan lain.   Menurut gio tak ada jalan lain lagi. Dia harus melakukannya. Gio menghenyikan mobilnya dipinggir jalan. Dia mengambil ponselnya dan melihat nomer ponsel jaya yang tertara dilayar hpnya.   Haruskah melakukan ini? Gio sendiri juga masih ragu. Tapi tak ada pilihan lain.   Call jaya   Gio pun memutuskan untuk menelpon jaya. Dengan ragu dia meminta jaya untuk mencarikan seorang wanita. Tapi dia tak mau wanita yang rendahan. Dia mau yang pintar. Jaya ingat satu wanita langsung.   Gue tau. Tenang... Kebetulan ada satu nih. Temennya Marimar, dia itu pinter. Lo mau liat dokumen-dokumen dia atau mau gimana nih?   Tanya jaya lewat telpon. Gio ragu, dia saja taunya marimar itu mahasiswi tapi tidak pintar, lebih suka dandan dan centil. Gio gak mau yang kayak gitu..   Yang smart, gak terlalu centil kayak punya lo. Gue cuma butuh buat boongin mama aja. Gak sampai main di ranjang kok.   Ok bisa atur.   Gue mau liat resumnya dulu. Biodata, sampai catatan kuliah.   Pinta gio pada jaya. Jaya mengiyakan permintaan gio. Gio mematikan ponselnya dan kembali melanjutkan perjalanan ke apatemen pribadinya.   Sesampainya disana, gio langsung melepaskan pakaian kerjanya, dari mulai jas lalu kemejanya. Dia bertelanjang d**a dan mulai membuka winenya?   Gio beranjak dari ranjang, dia keluar kamar, berjalan menuju dapur, mengambil gelas dan menuangkan winenya kedalam gelas. Lalu kembali dengan satu tangan memegang botol dan satu tangannya lagi meminum wine digelasnya.   Klingg...   Sesampainya di kamar, ponselnya berbunyi. Satu pesan masuk. Jaya mengirimkan resume milik wanita yang akan dia pekerjakan. Gio melihatnya dengan seksama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN