"Ma, Andien berangkat dulu, ya. Pagi ini ada jadwal rias manten di Bantul." Andien menghampiri sang ibu yang sedang menikmati teh hangat di meja makan. Ia lalu mencium punggung tangan ibunya dan bergerak pergi. "Tunggu, Ndien," cegah Firna. Hal ini lantas membuat Andien menghentikan langkahnya. "Ada apa sih, Ma? Andien buru-buru nih. Udah ditungguin sama asisten Andien di depan." "Ndien, semalam pembicaraan kita belum menemukan titik terang loh. Kamu kapan mau minta maaf ke Chika? Semalam Mama sama mas-mu sudah kasih penjelasan yang sejelas-jelasnya, kan, tentang masalah yang sebenarnya? Jadi karena posisi kamu di sini itu salah, kamu wajib minta maaf ke orang yang sudah kamu singgung hatinya, Ndien." Firna merasa belum tenang kalau Andien belum meminta maaf pada Chika. "Iya, Ma. N

