"Ayu-ayu kok gendeng. Hilih, sirahku med-med gara-gara ulahe si Nabila. Edan yo, main geplak palaku wae karo vas bunga. Haduh ...." Sepanjang jalan menuju unit apartemennya, Dani tak henti-hentinya mengomel. Ia tak habis pikir dengan tingkah gila Nabila yang tadi main memukul kepalanya saja dengan vas bunga. Endingnya, pelipis sebelah kanan terluka dan berdarah. Namun, sekarang luka itu sudah diobati dan dibalut perban oleh Nurmala. Ketika sampai di depan pintu apartemennya, Dani segera memasukkan password untuk membuka pintu tersebut. Niatnya Dani akan segera tidur karena kepalanya mulai terasa pusing. "Dani," panggil seorang wanita ketika Dani berniat memasuki apartemennya. 'Astaga naga. Hari ini aku apes tenan yo? Kepala udah digetok Nabila, sekarang pakai acara ketemu sama nenek

