"Makasih," kata Tama setelah menutup pintu mobil Jeka. Cewek itu masih berdiri di sana, kepalanya menunduk dan Jeka mengerjap menunggunya berbicara lagi. "Lo bisa kasih gue space dulu gak? Dua hari gitu gak ketemu atau komunikasi sama sekali." "Emang kenapa?" Jeka mengernyitkan keningnya, heran. "Gue tadi bikin salah?" "Nggak ada," Tama menggeleng pelan sambil tersenyum tipis, "cuma mau memastikan sesuatu aja kalau yang gue alamin sekarang itu salah." Kerutan di kening Jeka makin dalam. Dia nggak ngerti yang dibilang Tama itu apa. Tapi, karena Tama sepertinya butuh waktu sendiri, Jeka mengangguk. Tama tersenyum tipis sekali lagi. "Besok gak usah antar-jemput gue. Gue bisa naik ojol. Makasih ya!" Seiringnya Tama berlalu masuk ke dalam rumahnya, Jeka terus mengamati cewek itu dalam di

