Setelah kepergian Xavier, Mira berpikir keras, apa yang harus ia lakukan. Ia melirik kearah kanan dan kira tidak ada satupun orang disana. Mira kembali masuk ke toilet. Ia mengunci pintu toilet yang ia gunakan. Mira mencari nama Kinan dengan tangan bergetar karena takut ketahuan oleh bodyguard uncle tersebut. Mira menggigit jarinya saat panggilannya tidak juga diangkat. Tangis Mira semangkin menjadi, ia benar benar takut saat ini. Mira kembali menghubungi nomor Kinan. Kali ini panggilan itu di jawab oleh sahabatnya. "Hallo, kenapa Mir?" tanya Kinan di ujung telepon. Mira menangis terisak tak bisa berkata kata. Kinan terdiam menunggu ucapan Mira hingga.. "Mira, loe baik baik aja kan? Loe dimana sekarang? Tadi Mister loe itu nyarikin!" Mira semangkin terisak menutup mulutnya mendengar Xavi

