Stevan langsung kembali ke kantor, segera menemui Sena-sang pujaan hati. Sembari menatap jalan raya yang cukup ramai, pria muda itu tersenyum tipis sambil mengingat kenangannya bersama wanita yang kini berhasil mencuri hatinya. Sena bukanlah wanita yang menonjol bagi Stevan selama ini. Sejak sekolah, wanita itu memang tak berharap memiliki hubungan khusus dengan sang preman sekolah. Bahkan ia begitu takut pada Stevan karena seringnya ia melihat pria yang kini jadi calon suaminya itu memukuli teman sekolahnya. Saking takutnya, Sena memilih merekamnya untuk mengancam Stevan kalau-kalau pria itu berusaha menyakitinya. Siapa sangka, takdir keduanya tak hanya berhenti di situ. Keduanya dipertemukan kembali walau oleh insiden yang tak mengenakkan. Dan kini, keduanya saling jatuh cinta dan be

