Jangan lupa follow akunku pokoknya, harus itu haha. . . Sena pulang ke rumah Stevan setelah membeli pengontrol kehamilan. "Mbak, pesenku cuma satu. Jangan buat Stevan marah, itu aja. Semakin Mbak bisa ngontrol emosi dia, Mbak nggak akan terluka," ucap Riyan sebelum Sena masuk ke dalam mobil. Setelah Sena masuk ke dalam mobil, Riyan mengetuk kaca pintu mobil. Sena menurunkan kaca itu. "Percaya atau enggak, itu pilihan Mbak Sena. Tapi sebagai orang yang paling kenal Stevan, aku harap Mbak pikirin baik-baik tentang lamaran Stevan. Pernikahan kalian, aku pikir itu adalah takdir yang indah buat kalian." * Sena segera menelan sebutir pil penunda kehamilan setelah ia duduk di dalam mobil. "Cinta atau enggak, aku tetep nggak boleh hamil sekarang." Sena masih berpikir ribuan kali untuk

