Selamat membaca. . . Di malam yang terasa dingin, di dalam ruangan yang sempit dan terasa pengap, Jaka tengah menikmati kesendiriannya. Hidup seorang diri, dengan kondisi kesehatan yang semakin memburuk, membuat Jaka harus bersiap untuk segala sesuatu yang akan terjadi nanti. "Sena, Ayah harap kamu bisa hidup bahagia," ucap pria tua itu sambil menatap langit-langit kamar kosnya yang tampak kusam. Jaka tidur di atas kasur lantai yang tipis, namun baginya itu sudah jauh lebih baik dari pada harus tidur di emperan toko orang. Ia kembali meneteskan air mata, menyadari betapa malang nasibnya kini. Harta berlimpah, kekuasaan dan bahkan nama besarnya ketika ia menjadi pengusaha hebat, kini hanya tinggal kenangan. Jaka menyesal karena sudah membawa masuk Sarah dan Lea masuk ke kehidupa

