Part 15

1208 Kata

       Karin meremas bahu Nathan tanpa sadar saat lagi lagi butiran kristall itu jatuh dipipi pucat Azela yang sejak tadi mengusapnya dengan kasar. Karin cemas, Nathan Cemas. Mereka cemas melihat Azela yang sejak pagi ini bahkan sebelum jam kerja dimulai sudah duduk manis dikursinya menekuni komputer dan sesekali menggerakkan kursi putarnya kearah meja yang membentang kertas yang sudah dipenuhi coretan yang mulai terlihat. Dibalik wajah tenang dan kerutan samar diwajah pucatnya Azela terus saja meneteskan air mata yang jelas membuat Karin dan Nathan semakin panik. "Azela.." Sudah ribuan kali Karin dan Nathan menegur gadis mungil yang biasanya selalu bersemangat itu, jangankan mendapat sahutan gadis itu bahkan sama sekali tidak menoleh dan mengomel seperti biasa. "Ini bahkan sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN