Kecupan dari bibir panas itu masih terasa hangat dibibirnya bahkan setelah Pria yang selalu membuatnya gila itu meninggalkan Azela sendiri dikamarnya. Sendiri.. Masih terdiam menatap tirai biru beranda tulip di kamarnya yang sedang menari bersama angin dingin malam yang ikut membelai wajahnya dimana air mata itu masih meninggalkan jejaknya hangat disana. "Sayang?" Azela tak menyahut, seolah tuli bahkan buta dari tatapan khawatir dan kasih sayang ibunya Lana. "Leo bilang kau belum Makan, Ingin Ibu buatkan Sup?" Azela masih membisu membuat Lana menghela nafasnya, beringsut menaikkan selumut putrinya sebelum menjatuhkan kecupan hangat dan belaian lembut dirambutnya. "Tunggu sebentar." Butiran Kristal itu kembali berlomba lomba menjatuhkan diri dari sudut mata indahny

