Azela melangkahkan kakinya memasuki gedung pencakar langit yang sudah ia tempati untuk bekerja dua tahun ini. Gadis itu tahu, sangat tahu jika nyaris semua pasang mata menatapnya entah dengan tatapan entah apa karna ia tak begitu peduli. "Azela!" Jeritan tertahankan itu membuatnya menghentikan langkah, tersenyum seraya memperbaiki letak kacamatanya. "Aa! Aku merindukanmu!" Azela hanya tertawa kecil membalas pelukan Karin yang memekik girang., semakin geli saat mendapati pelototan dramatis dari sosok Nathan disana. "Azela, it's you!?" "Stupid Nath! Tentu saja di Azela, kau pikir siapa?" Gerutu Karin merangkul tubuh mungil Azela, kedua gadis itu memutar bola matanya malas sebelum kembali tertawa melihat Nathan merentangkan kedua tangannya dengan ekspresi mengg

