21.

1112 Kata

Di Panthouse Menara Odeon, Jonnatan  sangat marah. Ia membanting keras sebuah Map hitam. Mata elangnya menatap tajam Robert, dengan aura dingin yang menusuk, ia berkata, "Robert, aku sudah meperingatkan mu. Aku tidak menerima kegagalan!."    Robert sangat jarang gagal dengan tugasnya, bercampur rasa takut dan malu, ia menunduk. "maafkan aku tuan. Aku telah membujuk dan memberi imbalan berharga. Awalnya mereka setuju namun, di detik terakhir mereka semua sepakat menolak." "Aku  mencari tahu penyebabnya. Itu karna mereka mengetahui siapa Jullia sebenarnya, kemudian mereka berbondong-bondong menanam saham di persenjataannya." "Jullia memberi saham gratis, sebagai imbalan mereka harus mendukungnya," tutur Robert.  "Rubah licik!," pekik Jonnatan. "Aku sudah kalah dua kali dari Rubah itu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN