Jullia berjalan dengan langkah lebar menghampiri Jonnatan, hingga tepat berada di sampingnya. Namun pandangan Jonnatan tidak sedikitpun teralihkan, ia terus menatap kedepan dengan menyeret samurainya." "Beby, minggirlah! jangan dekati dia," seru Ronal. Tiba-tiba tangan Jullia menarik tangan kokoh Jonnatan hingga mereka saling berhadapan. Ini adalah ide gila Jullia, namun ini adalah pilihan terakhir. Jonnatan menatap tajam Jullia, namun Jullia malah mengalungkan lengannya di leher Jonnatan. Tanpa aba-aba Jullia mencium bibirnya. Jullia melumat habis bibirnya dengan sensual. Jonnatan masi terpaku dengan ciuman yang di dapatnya tiba-tiba, hingga tangan kanan Jullia turun menyentuh sesuatu di bawah sana. Jullia menggigit bibir bawah Jonatan hingga menerobos masuk di dalamnya. Sementara ta

