"Kau sudah melecehkan ku ketika pingsan?!!" Dengan tatapan sayu, Jonnatan tersenyum kecil. "Kau baru menyadarinya?. Aku hanya mengganti baju mu yang basah, tapi sekarang aku benar-benar akan melakukanya." "A-apa maksud mu?." "Bukankah dulu kita sering melakukannya?, tapi jika kau gugup begini, wajah mu terlihat sangat menggemaskan. Aku semakin tidak sabar melahap Rubah ini." "Kau terus mengacaukan kehidupan ku, bagaimana kau bisa menjadi rendah seperti ini?." Jonnatan tidak berhenti mentap manik mata coklat Jullia. "Apa aku tidak salah dengar?. Siapa yang mengacaukan siapa?. Kenapa kau semudah itu pergi dan kembali dengan sosok yang tak ku kenal?." "Cepat lepaskan aku. Seujung kuku diri mu bahkan tidak perlu ku ingat." Bibir Jonnatan di tarik ke atas. "Maka dari itu kau perlu mengin

