"Maafin, Ze, Pa, Ma," lirih Zeus dengan kepala yang tertunduk dalam. "Maaf kau bilang?" Asilas mengeraskan rahangnya sambil menatap tajam putranya. "Maaf untuk apa, Sayang?" tanya Diana bingung. "Maaf karena Ze membunuh calon cucu Mama dan Papa sehingga Hely pergi," jawab Zeus menjatuhkan kepala di lututnya. Hatinya serasa diremas-remas ketika mengucapkannya. Mendengar putranya berkata seperti itu membuat Diana dan Asilas menganga terkejut. Di dunia ini, mana ada seorang ayah yang tega membunuh anaknya sendiri? Terlebih, anaknya belum terbentuk sempurna dan masih sangat-sangat kecil. "Yang benar saja, Ze. Bercandamu sangat konyol dan mama sangat tidak suka itu," ujar Diana tersenyum canggung. Sementara sang istri tidak mempercayai putranya, Asilas tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

