Bab 117. Keikhlasan Hati

1360 Kata

Panggilan itu berhasil membuat sepasang mata Vania perlahan basah. Sudah sangat lama sekali ia tidak mendengarnya. Terakhir sebelum kejadian mengerikan saat di Amerika satu tahun lalu. Kini Vania mendengar kembali, suara manja yang sangat-sangat ia rindukan. Menoleh, memandang anak laki-laki tampan yang ia berikan nama Keenan berdiri tak jauh darinya. Vania memandang dengan haru, anak itu sudah memakai seragam sekolah dasar. Tubuhnya sedikit bertambah tinggi dengan rambut hitam legam. Mata tajamnya, membuat tangisan Vania tak terbendung. "Keenan." "Mami, Mami." Keenan berlari dengan cepat, tidak menunggu apakah Mamanya mengizinkan, Keenan segera berlari ke pelukan Vania. Vania menyambutnya penuh suka cita, memeluk anak itu dan menciumi rambutnya dengan air mata yang mengalir. Keenan mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN