Waktu berlalu begitu saja, sekarang Erika mulai mengerti mengapa saat itu Suriana yang tahu dirinya tidak bisa meminum alkohol malah mengajaknya minum-minum dan terus memberinya anggur. Ternyata wanita ini sudah merencanakan sebuah perangkap dan menunggunya masuk ke dalam perangkapnya! Sungguh wanita yang kejam! Tetapi nasi sudah menjadi bubur, meskipun sekarang Erika sudah mengetahui kebenarannya, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Semua hal telah berubah, Erika sudah tidak bisa berkomentar lagi. Dirinya yang terlalu bodoh, tidak mengenal watak asli orang sehingga masuk ke perangkap busuknya itu! Melihat Erika tidak marah, melainkan memberinya selamat dengan nada aneh, Ekspresi Suriana pun menjadi sangat tidak enak dilihat. Dia pun mencibir, "Sebaiknya kita tidak

