Erika menoleh, ternyata Effendy Kurniawan! Pria ini memeluknya dengan erat, seperti seorang pelindung. Pandangannya yang dalam itu penuh dengan rasa iba. Pada saat ini, hati Erika pun terguncang, seolah semuanya kembali ke masa lalu... "Pak, Pak Effendy..." Bu Shakila terbelalak dan mengira dirinya salah melihatnya. "Tanganmu..." Melihat bekas luka yang ada di tangan Erika, Effendy mengerutkan kening, dia pun menghardik kepala sekolah itu, "Siapa yang memberimu keberanian untuk menyentuhnya??" "Ee..." Bu Shakila bergidik ngeri, dia pun menjadi kebingungan. "Pak Effendy, Nyonya Suriana dan Tuan Muda Darmaji baru saja keluar." Bu Elma mengingatkan dengan suara pelan, guru itu mengira Effendy Kurniawan keliru mengenali Erika sebagai istrinya. Mendengar kalimat

