Di rumah keluarga Amin, Ayah Aruna. Bella tengah bersiap pergi ke kampusnya. Dengan dandanan yang seperti seorang wanita kaya adik tiri Aruna itu terlihat cantik dan menarik. Jika saja ada yang tahu, pakaian yang melekat pada tubuhnya itu adalah hasil sumbangan dari kerja keras Aruna selama ini. Dan parahnya, Bella tidak mengakui hal itu, sungguh jenis manusia tidak pernah bersyukur. “Kamu sudah siap Sayang?” tanya Marni merapikan rambut putrinya dengan begitu lembut. “Sudah, Ma. Oh iya, nanti aku pulangnya telat. Randi mengajakku pergi ke Mall,” jawab Bella mulai membanggakan kekasihnya. “Tidak apa-apa, lakukan apa pun yang membuatmu bahagia, Sayang, dan jangan lupa untuk meminta Randi memberitahu soal Aruna pada keluarga Edzard.” “Tenang saja, Bu. Semua itu sudah kami rencanakan,” u

