Bab 122 - Areng

1508 Kata

“Apa kamu bilang?” Suara gebrakan meja terdengar keras, hal itu membuat siapa saja yang mendengarnya merasa ciut. Tatapan mata yang tajam dan juga suara yang menggelegar di penjuru ruangan bisa saja membuat pasokan udara terasa tipis. “Kamu!” Jari telunjuk Areng mengarah ke salah satu orang suruhannya. “Ikuti dia, dan jangan sampai kamu menyia-nyiakan kesempatan untuk menculik atau mencelakai wanita kesayangan Jayden itu!” Napas Areng, memburu. Matanya memerah akibat menahan amarah, ingin rasanya memenggal kepala anak buahnya itu, jika saja tak ingat akan Papanya. Kekesalan Areng, bermula saat salah datu anak buahnya yang memberinya laporan jika Aruna lolos dari pengawasan mereka, karena ulah Darren, yang tak lain adalah sepupu dari Jayden. Sebenarnya tadi ia sangat antusias saat men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN