“Apa kamu tahu di mana Aruna berada?” Tanya Jayden membuat Jasmine menatapnya tak percaya. Wajahnya yang awalnya lirih, berubah menjadi kesal. “Apa kamu tuli? Seharusnya efek alkohol itu sudah hilang, tapi kamu justru melantur sekarang.” “Aku mohon beritahu aku di–“ “Aku tidak tahu. Aku akan mengingatkanmu, aku pernah berkata bukan. Jika kamu sampai menyakiti Aruna, maka aku sendiri yang akan menjauhkannya darimu, dan sekarang lihatlah, dia menjauhimu tanpa bantuanku. Dia meninggalkan kita dan aku rasa dia memang sudah muak dengan keluarga kita.” Bukannya menenangkan, Jasmine justru membuat Jayden semakin menyesali perlakuannya pada Aruna. Pria itu terlihat terfiam, dengan sotot mata penuh penyesalan. Hatinya sakit mengingat bagaimana perlakuannya kepada gadis kecil itu, ketidak pedul

