“Setelah ini kita akan menjalani kehidupan rumah tangga yang sebenarnya bukan?” Langkah Jayden terhenti saat Aruna menanyakan hal itu, wajahnya terlihat pias lalu menunduk menatap Aruna, “Apa maksudmu?” tanyanya dengan nada yang bingung. Perasaannya mulai tak enak, mengingat bagaimana sikap Aruna yang terkadang sumbu pendek sehingga memicu perdebatan nantinya. Aruna ikut mengangkat kepala lalu tersenyum, “Maksudku, setelah kita pulang dari sini. Kita akan memulai segala drama kita bukan?” Jayden menautkan kedua alisnya, ia semakin tidak paham dengan maksud sang istri. “Om bingung ya?” Jayden mengangguk. “Setelah ini, kita akan menjalani hiruk-pikuk rumah tangga. Mau bagaimana pun pernikahan kita, kita harus melakukan hak dan kewajiban kita. Seperti janji yang sudah kita sepakati. Aku

