“Angkat kepalanya, tarik dagunya lalu berjalan tegap!” Aruna mengikuti perintah yang diucapkan oleh instruktur etiket itu, menarik napas dalam. Bola matanya bergerak ke arah atas melihat buku tebal yang berada di atas kepalanya. Berharap buku itu tak kembali jatuh saat dia mulai berjalan. Langkah kakinya berlenggok, sembari menjaga keseimbangan. Belum dua langkah, buku di atas kepalanya kembali jatuh. Tangannya sontak mengambil buku itu dan hampir saja mengeluarkan kata-kata kasar jika saja tak melihat delikan dari Instrukturnya itu. “Bisa kita istirahat 5 menit dulu?” tanya Aruna memohon, melirik ke arah wanita cantik dengan wajah dingin di depannya. Tubuhnya yang hanya menggunakan kaos ketat dan juga legging hitam itu memiliki proporsi tubuh layaknya seorang model internasional. Waja

