Sementara itu, kini Aruna sudah berada di ruang kerja Jayden. Ia melihat calon suaminya itu tengah serius mengerjakan pekerjaan yang entah kapan selesainya. Aruna terpesona pada penampilan Jayden, ah, rasa-rasanya Aruna tidak pernah mengagumi calon suaminya tersebut. Meskipun tengah serius bekerja, Jayden tetap terlihat tampan di mata Aruna, kaos yang menempel sempurna di badannya, membuat otot-otot yang berada di balik baju itu, seakan ingin keluar dan memanggil Aruna untuk menyentuhnya. Kacamata yang menempel di hidung Jayden, semakin membuat Om-om satu itu semakin tampan. “Aku tahu jika aku sangat memesona, tapi setidaknya letakkan cangkir itu di meja dulu. Lalu kamu boleh mengagumi wajah tampanku ini,” ucap Jayden tanpa melihat ke arah Aruna. Hal itu membuat Aruna tersadar dari lamu

