Jika sejak kemarin otak Jayden hanya di penuhi oleh Sarah sang kekasih. Kali ini entah mengapa wajah Aruna selalu melintas di pikirannya, bahkan saat rapat pun pikirannya tertuju pada Aruna. Dan sialnya, sampai saat ini ia belum bisa memegang ponsel, karena masih harus rapat lagi. Baginya rapat kali ini sangat lama, padahal waktunya pun sama saja tidak sampai satu jam. Beberapa kali dia menekan dadanya, ada rasa sesak yang dia rasakan sejak tadi. Perasaan aneh yang membuatnya terus terngiang memikirkan Aruna. Gadis kecilnya itu tidak apa-apa kan? Pertanyaan itu terus saja terlintas di pikirannya dan membuatnya tak tokus menatap orang-orang di ruany rapat ini. Rasa gelisah, beberapa kali dia berusaha untuk menyelinap sembari melihat ke arah meja dimana ponsel seluruh anggota rapat disimp

