Suspect

1520 Kata

David menutup matanya erat demi menghilangkan pikiran-pikiran tidak rasional yang mengganggunya. Tetapi, ia tetap saja tidak bisa menghilangkannya begitu saja. Terlebih, raut wajah Mathew yang selalu berubah saat melihatnya. Setiap kejadian yang dialaminya akhir-akhir ini, perkataan Rubby, lalu kecurigaan Mathew yang sebenarnya tidak diucapkan langsung pun membuat David merasa harus mencari tahu lebih jauh. "Sudah, jangan dipikirkan. Maaf, kalau aku berpikir yang aneh-aneh." Mathew menepuk bahu David yang masih termenung itu. "Bukan salahmu. Ya, seharusnya aku yang meminta maaf karena membuatmu tidak nyaman." "Kalau terus minta maaf, tidak akan ada habisnya. Sebaiknya, kita pulang dan bersiap. Karena, besok harus mulai pindah ke asrama." Ya, ini yang sebenarnya David tunggu. Pindah pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN