Live Streaming

1463 Kata

"Bagaimana hari ini?" tanya sang ibu yang tidak bisa menjemput David dan membuat lelaki itu terpaksa menggunakan bus untuk pulang. "Seperti biasa. Cukup melelahkan." sahut David sambil membantu menata isi lemari es. "Biar Mama saja. Kamu duduklah. Pasti lelah." "Mama juga lelah. Buktinya, Dave sampai terlebih dulu di rumah." Ibunya hanya bisa membuang napasnya kasar. Wanita paruh baya itu menatap putra semata wayangnya dengan tatapan sendu. Sejak dulu, dirinya selalu memaksakan kehendaknya yang membuat David merasa menanggung beban sebagai anak satu-satunya. David memang satu-satunya harapan yang dimilikinya. Tetapi, David juga berhak memiliki jalan hidupnya sendiri. Untung saja, semua yang David lakukan bisa membuktikan kalau anak semata wayangnya itu bisa melakukan kewajiban sekalig

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN