Entah, David yang memang terlalu rajin atau yang lain selalu mencari alasan untuk bisa datang terlambat. Tetapi, lagi-lagi ia sudah berada di ruang latihan sendiri. Bahkan, sampai dirinya melakukan pemanasan pun, yang lain belum juga datang. Ia memilih untuk berlatih sendiri demi membunuh waktu. Karena, untuk apa dirinya diam saja. Karena sudah datang, ia harus memanfaatkan waktu dengan baik. Merasa pendingin ruangan suhunya terlalu rendah, David menaikannya. Ia tidak ingin bolak balik ke kamar kecil karena kedinginan. Karena tidak bisa menahannya lagi, David pergi ke toilet di luar ruang latihan. Sebab, toilet di sana masih dalam perbaikan setelah beberapa kali wastafelnya mengalami kebocoran. David melirik sekilas ke ruangan lain. Di sana, beberapa trainee juga tengah berlatih. Hanya

