David selalu mengingat bagaimana dirinya saat harus mengendalikan emosinya. Ia harus tetap fokus jika sudah berada di ruang latihan. Apapun dan bagaimanapun keadaannya. "Apa kau akan menyerah?" tanya Ellena. "Tidak." jawab David pasti. "Kau mungkin akan mendapat resiko yang begitu besar, Dave. Pertimbangkan lagi keputusanmu." "Apa kalau aku menyerah, semua akan kembali baik-baik saja? Tidak akan, kan?" Perjalanan kembali dari rumahnya terasa begitu lambat karena Ellena tidak segera membawanya kembali. Mereka sengaja mengambil jalan terjauh agar bisa mengobrol panjang. "Kau memang sudah terlalu jauh. Kalau peringatanku tempo hari ku dengarkan, mungkin tidak akan seperti ini." David membuang napasnya kasar. Sesi latihannya kali ini benar-benar berat karena sisa percakapan malam lalu k

