"Dok-dokter Reksa!" ujar Cesya dan Shalom bersamaan. Mereka terbelalak dengan kehadiran Dokter itu yang secara tiba-tiba. Bahkan, mereka berdua sama sekali tidak mendengar suara pintu terbuka. Lagi pula, untuk apa Dokter Reksa datang lagi setelah apa yang Pentagon katakan padanya? "Sejak kapan Dokter Reksa ada di sini?" tanya Cesya. Sementara Shalom, gadis itu lekas beranjak turun dan duduk di kursi. "Entahlah. Pokoknya, aku mendengar kalian berdua menyebut namaku di akhir kalimat," jawab Dokter Reksa. "Jadi, apa kau mendengar apa yang kami bicarakan?" tanya Cesya takut dokter itu mendengarnya. Karena jika sampai mendengar rencana yang telah ia buat. Maka, sudah bisa dipastikan bahwa Dokter Reksa akan langsung menjauh. "Kurang lebih seperti itu," balas Dokter Reksa tidak berniat menj

