"Apa yang kau lakukan, Penta?!" bentak Cesya karena pria itu menarik tangannya dengan keras. "Penta, ini sakit. Tolong lepaskan aku!" Meski Cesya terus mengeluh kesakitan. Pentagon tetap menariknya dengan keras. Pria itu tidak menghiraukan suara teriakan Cesya hingga pada akhirnya menjauh dari keramaian. Pentagon menghempaskan tangan Cesya hingga gadis itu terhuyung dan memekik kesakitan. "Sebenarnya kau ini kenapa, Penta?" tanya Cesya dengan raut yang sengaja dibuat bingung. Padahal, dalam hatinya tertawa terpingkal-pingkal merutuki kebodohan Pentagon. Ia menertawakan keberhasilannya dalam hati karena berhasil menarik perhatian pria itu dan membuatnya terbakar api cemburu. "Seharusnya aku yang tanya, kau ini kenapa? Bisa-bisanya kau berniat mencium bibir Dokter gadungan itu," hardik P

