Pentagon tersenyum menyeringai mendengar pertanyaan Cesya. "Tidak, bukan itu maksudku," sahut pria itu. "Lalu, apa maksudmu melakukan ini padaku?" tanya Cesya tidak mengerti. Kenapa Pentagon menjawab pertanyaannya dengan jawaban yang terdengar sangat ambigu di telinga Cesya? "Tadi kau menciumku dan meraba-raba tubuhku. Jadi, aku membalas menciummu dan membalas meraba tubuhmu. Bukankah ini adil?" sahut Pentagon tersenyum sambil mengangkat sebelah alisnya dan berjalan menuju sofa. Mengambil kaos hoodie miliknya dan memakainya. Sementara Cesya, gadis itu masih membeku. Ia berusaha mencerna setiap jawaban yang Pentagon lontarkan. Bagaimana bisa ada pria sepertinya. Pria kaku seperti kanebo kering yang sulit sekali untuk dilemaskan. "Astaga! Hahaha, sepertinya aku sudah gila," tawa Cesya me

