"Jauhkan tanganmu dari tubuhku!" desis Cesya mengerang menahan amarah. "Oke, oke, tapi lihat aku sebentar saja. Ada yang ingin aku katakan padamu," lirih Pentagon. Ia kembali meminta Cesya agar menghadap ke arahnya. "Cukup, Penta! Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Aku lelah selalu menjadi satu-satunya orang yang mencintaimu. Aku lelah menjadi satu-satunya orang yang berusaha keras merebut hatimu. Sekarang aku menyerah dan aku berharap, selama aku masih ada di rumah sakit. Hari ini adalah terakhir kalinya aku melihatmu di sini. Jadi, besok pagi kau tidak aku izinkan untuk masuk ke dalam ruangan ini lagi," tegas Cesya. Ia tidak boleh terus-menerus melemah di hadapan pria itu. Sudah cukup selama ini ia berjuang sendirian dan tidak dianggap. Sudah saatnya bagi Cesya mencari kebahag

