"Aku yakin, aku tidak salah lihat. Dia memang Penta dan dia sedang melihat ke arahku," batin Cesya. Lagi-lagi, gadis itu tidak sengaja melihat keberadaan Pentagon yang bersembunyi di balik pohon besar. Entah bagaimana perasaannya sekarang karena ternyata ia tidak berhalusinasi. "Aku yakin, perasaan kita sama, Penta. Aku juga yakin, kita akan segera bersatu," bisik Cesya dalam hati dengan yakin. Tidak mungkin jika Pentagon tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Cesya. Sudah jelas dengan gerak-gerik pria itu yang membuntuti Cesya secara sembunyi-sembunyi. Mungkin tidak lama lagi, Pentagon akan menerima perasaan Cesya. Hanya butuh sedikit umpan agar tidak perlu menunggu lama untuk mengakui bahwa ia mencintai Cesya. "Punya Dokter Reksa enak es krimnya. Aku boleh coba sedikit lagi tidak?"

