Barry bangun dengan kondisi lelah diatasnya Siska tidur dengan nyenyak, mereka pulang ke apartemen dan tadi mengajak Arsen bermain bersama setelah itu mereka melakukannya kembali seolah Barry lupa dengan perkataan Siska yang mulai untuk program hamil kembali serta melepas kontrasepsinya. Barry menatap jam disampingnya yang menandakan sudah sangat malam, Barry membelai punggung Siska perlahan dan seketika bagian bawahnya sudah menegang kembali di dalam milik Siska. Barry mengutuk dirinya sendiri yang begitu mudah masuk dalam jebakan Siska berkali – kali, gerakan di dalam yang membesar membuat Siska membuka matanya perlahan. “Mas menginginkan lagi?” Barry mengangguk pelan “gerakin aja perlahan ya aku lemas banget mas melakukan tanpa henti dan rasanya milikku panas.” “Kapan perceraianmu sel

