Barry berdiri kaku setelah perkataan Amel, memilih salah satu diantara mereka bukan pilihan yang mudah. Perkataan Barry di ruangan seolah menantang Amel sangat diluar kendali, entah karena apa dirinya melakukan hal itu karena kesenangannya diganggu atau ada hal lain Barry belum bisa mengetahuinya. Keinginan Siska agar mereka bersama membuat Barry hilang akal, kebersamaan beberapa hari bersama Arsen membuat hidupnya berubah padahal selama ini kembar selalu ada bersama dirinya. Sentuhan pada bahu Barry membuatnya tersadar jika Siska duduk dipangkuannya, Barry menarik Siska agar lebih dekat dengan dirinya tapi perasaan nyaman tidak dirinya temukan seperti ketika bersama Amel. “Sudahlah berarti kita bisa menikah karena Amel sudah mengetahuinya,” ucap Siska menepuk punggung Barry pelan dengan

